Tanggal 9 Februari 2019 kemarin, saya dan teman-teman seperkumpulan berencana mengunjungi goa Agung Garunggung, kami berkumpul di titik kumpul biasa kami, SPBU Kincir di daerah Bojong (cmiiw), oh ya sebelumnya kami sebenarnya mempunyai agenda untuk mencoba aplikasi intercom yang secara gratis bisa diunduh lewat playstore, maklumlah keterbatasan budget membuat kami berpikir lagi untuk membeli alat komunikasi dua arah full duplex . Diputuskanlah untuk mengunduh aplikasi tersebut dan masing-masing dari kami membeli hedset (sebenernya sih in ear monitor) bernorak-noraklah kami berkendara dengan menggunakan sesuatu tersebut, ahahahahaha.
Sekitar jam 10an, diputuskanlah oleh salah satu teman kami melewati jalan pintas (cek ini: -6.563427, 106.903789), sebenarnya sih saya pernah menjadi korban Google Maps pernah tersasar ketengah sawah padahal saat itu sedang berangkat kerja, ahahaha, dari jalan raya Rencana Jalur Puncak 2 kami memutuskan belok kekanan, terlihat suatu jalan makadam, ya kita taulah, jalan makadam sebenarnya bukanlah jalan yang sulit dilalui mengunakan motor jenis apapun, and then we choose it, and ride on it...........
Sekitar 1Km melewati jalan makadam, kami melewati sebuah perkampungan (cek ini: -6.556181, 106.935020), setelah melewai kampung, kami dihadapkan oleh bukit, dan bukit tersebut telihat bekas ban motor (I feel idiot, seriously) yaa ..., ban motor trail, ahahaha ....
Okey, disini kami berfoto ria dengan semangat, yaaah ... karena kami berpikir bahwa ini hanyalah jalur light trail XD.
Saat naik bukit tersebut (gambar 1), motor saya mengalami over heat, maklumlah, mungkin karena saya sendiri belum mahir memainkan kopling, belum lagi, rasio final gigi Verza saya, saya rubah, yang tadinya 14-41 menjadi 15-42 haduuuuh, jadi menyesal , ahahahaha, namun akhirnya kami berhasil menaiki bukit tersebut dan over heat sudah selesai (sambil menunggu teman menaiki MX Kingnya, saya mematikan mesin dan menunggu, iyap, hanya menunggu sampai mesin saya kembali normal, hahahaha.
Sampai diatas bukitpun kami melanjutkan berfoto-foto ria kembali, masih belum tau apa yang kami akan lewati selanjutnya.
Untuk foto-foto dan video selanjutnya akan saya upload dikarenakan masih ada di gawai teman saya, sementara ini sampai disini dulu, terima kasih.
Friday, 15 February 2019
Friday, 22 September 2017
A FANBOY'S OVERTHINKING
Akhir-akhir
ini emang lagi ramai masalah motor trail (baca: dual purpose) yang “katanya”
bakal dilaunching AHM dengan nama: CRF 150 L (pas nulis ini,motor
mass-productionnya belum release), saya sendiri emang kepincut sih sama
motornya, soalnya yaaaa, inikan mopang trail 150cc injeksi pertama yang
diproduksi lokal (baca: murah), kalau dilihat sekilas emang gahar (opini
fanboy), saat nulis ini, saya emang mendambakan motor itu, yaa bisa dibilang
gak jauh-jauh amat muluknya, soalnya sekarang udah punya seonggok motor cruiser
(galau men, soalnya dibilang motor naked-sport juga gak seporti (baca:sporty)
amat bentuknya wkwkwkwk, sebutlah
namanya “Verza”, hahahaha.
Ya alasan
pertama beli motor ini sih karena enggak kebeli CB150R *eh. 3 tahun berlalu
sejak saya ngeredit nih motor, problem sih bisa dibilang “sedikit”
paling-paling ya koplingnya “agak” gak enak (kalo mesinnya udah panas banget),
inget lho ya “agak”, hahahaha. Irit sih pasti, tarikan awalnya juga ajib (pas
final gear standar), anggaplah 3 tahun “puas” dan banyak cerita bersama motor
ini.
5 Agustus
2015 All New CBR 150 R direlease (CMIIW) “agak” kaget saat tau kapasitas olinya
“bengkak” menjadi 1.2 liter, "Whaaat??"
150cc (dibuletin), sebagai newbie didunia permesinan, sempet kaget sih,
terutama masalah ganti olinya, "ntar beli olinya bukan 1 botol
dong?", "Merek yang jual oli isi segitu merek apaan ya??",
"AHM ada-ada bae dah!" Sekiranya pertanyaan-pertanyaan seperti itu
yang muncul setelah tau spesifikasi oli mesinnya (penulis adalah seorang yang
males ribet, jangan ditiru gan), eeeh terdengar kalo AHM "nelurin"
oli (baca: SPX/ MPX) berkapasitas 1.2 liter, "Whaaaaat?????", saya
spontan ketawa (senyum doang padahal) wakakakaka, jadi ini toh, jadi agak
"gimana" gitu ya, hahaha, secara halus kayak ngomong "You
already bought our bike, so you must buy our oil" wkwkwkwk (Ini hanya
opini).
Sebagai manusia yang terobsesi dengan moge-moge
edpentur karena yutup, sudah menjadi kebiasaan saya kalau surfing di internet
yaaa, nyari info tentang hal yang berkaitan dengan hal ini, mau kubikasinya
1000cc++ kek, sampe 125cc juga saya mah "demen" sama motor-motor
seperti itu.
Kebetulan juga udah lama "ngikutin" perkembangan NXR/XR/XRE series sih, kalo gak salah, XR150 L udah release lama di Brazil (visit Google monggo), kok agak "jatuh cinta" sama tuh motor, yaa, bisa dibilang gak cantik-cantik amat sih, tapi entah kenapa kepincut, *eh.
Melihat spesifikasinya yang 150cc SOHC, dan kulihat terus gambar maupun foto-fotonya di internet kok agak ngerasa kalau mesinnya emang mirip New Megapro (karbu), tapi ada perbedaan di bagian samping (Crankcase) dengan Dazzler maupun New Megapro, sempet kepikiran sih (kepikiran aftersales) tentang motor ini, "berarti common partsnya banyak dong", "bisa tuker ini itu dong", yaah kira2 itulah pemikiran-pemikiran impian dari seorang daydreamer seperti saya,
Sampai disuatu website, saya mencari spesifikasinya, saya melihat dashboardnya (baca: spidometer) eh, seperti motor trail (padahal farm bike) kebanyakan, fuel gaugenya nihil, "waduh!" Yaaah, gimana lagi, toh emang diperuntukan untuk kendaraan bolak-balik ngurusin ternak & kebon, (sumber: Honda Australia), oh iya, remnya juga masih drum, aakh, sayang, terus dan terus nyari informasi, eh ketemu sama yang namanya NXR 160 Bros ESDD, wiiih ccnya nambah 10, cari tau spesifikasinya, and ....., Spidometernya ada fuel gaugenya !! ,Yeeeeah, ni baru manteb (biasa aja anjer) , dah injeksi pula, waduh gue banget ini (penulis adalah orang yang malas, sstt ... Malas sama karbu *eh) remnya juga udah double disk! (ESDD) Lumayan lah bisa ganti rem sendiri, hehehehe ......... , Kapasitas tangki juga tetap 12 literan, dapet kombinasi 19/17 pula, waah cocok iki buat riding style saya, hahaha.
Kebetulan juga udah lama "ngikutin" perkembangan NXR/XR/XRE series sih, kalo gak salah, XR150 L udah release lama di Brazil (visit Google monggo), kok agak "jatuh cinta" sama tuh motor, yaa, bisa dibilang gak cantik-cantik amat sih, tapi entah kenapa kepincut, *eh.
Melihat spesifikasinya yang 150cc SOHC, dan kulihat terus gambar maupun foto-fotonya di internet kok agak ngerasa kalau mesinnya emang mirip New Megapro (karbu), tapi ada perbedaan di bagian samping (Crankcase) dengan Dazzler maupun New Megapro, sempet kepikiran sih (kepikiran aftersales) tentang motor ini, "berarti common partsnya banyak dong", "bisa tuker ini itu dong", yaah kira2 itulah pemikiran-pemikiran impian dari seorang daydreamer seperti saya,
Sampai disuatu website, saya mencari spesifikasinya, saya melihat dashboardnya (baca: spidometer) eh, seperti motor trail (padahal farm bike) kebanyakan, fuel gaugenya nihil, "waduh!" Yaaah, gimana lagi, toh emang diperuntukan untuk kendaraan bolak-balik ngurusin ternak & kebon, (sumber: Honda Australia), oh iya, remnya juga masih drum, aakh, sayang, terus dan terus nyari informasi, eh ketemu sama yang namanya NXR 160 Bros ESDD, wiiih ccnya nambah 10, cari tau spesifikasinya, and ....., Spidometernya ada fuel gaugenya !! ,Yeeeeah, ni baru manteb (biasa aja anjer) , dah injeksi pula, waduh gue banget ini (penulis adalah orang yang malas, sstt ... Malas sama karbu *eh) remnya juga udah double disk! (ESDD) Lumayan lah bisa ganti rem sendiri, hehehehe ......... , Kapasitas tangki juga tetap 12 literan, dapet kombinasi 19/17 pula, waah cocok iki buat riding style saya, hahaha.
But wait !!!!!
Kok kapasitas oli mesinnya 1.2 liter?
Nah lho, kok jadi ngerasa "kebetulan" ya sama mesin "Newest Generation DOHC"nya Honda Indonesia, wah, disaat itu saya menjadi overthinking, "Jangan-jangan AHM membuat 150cc DOHCnya memiliki kapasitas oli 1.2 liter selain menambah pros dari versi sebelumnya (hanya opini pribadi gan) juga untuk persiapan pembrojolan mesin SOHC Next Generation" wkwkwkwk, gapapa lah berangan-angan jauh, seinget saya sih, dulu Megapro juga berkubikasi 160cc kan?, Yaa kalaupun kejadian seperti di Brazil, India, dll di Indonesia gapapa juga sih, I hope it,
wits .. gak mungkin juga sih, "mesin kok overstroke?!", "mesin 160cc kok powernya cuma segini?!", "mesin jadul kok dijual?!", I'm forgot about it, hahahahahaa.
Saat menulis ini saya juga sambil mengingat bahwa ada XRE series juga, dengan baju yang lebih wah menurut saya, kenapa XRE? yaa kita semua tau kalo XRE itu “ditempelinnya” pake mesin 190cc atau 300cc (di Brazil) tapi baru-baru ini dari salah satu artikel yang saya baca (Source: tertera), "denger-denger" di India sudah bocor pattern motor baru berwujud mirip XRE 190 (moncongnya pendek soalnya), but .... di India sana, mesin 160cc lebih umum dipakai untuk motor sport entry level, yaaa kurang lebih karena disana ada pembaruan generasi dari Dazzler (150) menjadi CB 160 Hornet, it's like Honda India mengupgrade SOHC 150ccnya menjadi 160cc, toh jika kita kembali keurusan "economic choice" bukankan lebih realistis kalo XRE di India bakal pake mesin yang sama, kan cost productionnya bakal, yaaaaaaaaa gitu deh .... (Kayak di Indonesia, 1 DOHC 4 motor).
Kok kapasitas oli mesinnya 1.2 liter?
Nah lho, kok jadi ngerasa "kebetulan" ya sama mesin "Newest Generation DOHC"nya Honda Indonesia, wah, disaat itu saya menjadi overthinking, "Jangan-jangan AHM membuat 150cc DOHCnya memiliki kapasitas oli 1.2 liter selain menambah pros dari versi sebelumnya (hanya opini pribadi gan) juga untuk persiapan pembrojolan mesin SOHC Next Generation" wkwkwkwk, gapapa lah berangan-angan jauh, seinget saya sih, dulu Megapro juga berkubikasi 160cc kan?, Yaa kalaupun kejadian seperti di Brazil, India, dll di Indonesia gapapa juga sih, I hope it,
wits .. gak mungkin juga sih, "mesin kok overstroke?!", "mesin 160cc kok powernya cuma segini?!", "mesin jadul kok dijual?!", I'm forgot about it, hahahahahaa.
Saat menulis ini saya juga sambil mengingat bahwa ada XRE series juga, dengan baju yang lebih wah menurut saya, kenapa XRE? yaa kita semua tau kalo XRE itu “ditempelinnya” pake mesin 190cc atau 300cc (di Brazil) tapi baru-baru ini dari salah satu artikel yang saya baca (Source: tertera), "denger-denger" di India sudah bocor pattern motor baru berwujud mirip XRE 190 (moncongnya pendek soalnya), but .... di India sana, mesin 160cc lebih umum dipakai untuk motor sport entry level, yaaa kurang lebih karena disana ada pembaruan generasi dari Dazzler (150) menjadi CB 160 Hornet, it's like Honda India mengupgrade SOHC 150ccnya menjadi 160cc, toh jika kita kembali keurusan "economic choice" bukankan lebih realistis kalo XRE di India bakal pake mesin yang sama, kan cost productionnya bakal, yaaaaaaaaa gitu deh .... (Kayak di Indonesia, 1 DOHC 4 motor).
Oh iya toh Dalam waktu dekat AHM mau
"ngebrojolin" CRF 150cc kan?
Ingat !! 150cc !!!!!!
Jadi jangan berharap mesin 160cc overstroke tersebut bakal diboyong kesini dalam waktu dekat (atau mungkin selamanya), mending fokus ke DOHCnya kan, hahahahahaa,
Ato mungkin AHM minat "beli" rangka + perintilan NXR/XR/XRE series terus "ditempelin" mesin SOHCnya NMP FI / Verza? atau bahkan pakai DOHCnya All New CB dkk.
Aaah, motor gak jelas bin wagu gitu kok dijual disini, kalo motor trail (baca: dual purpose) ya motor trail, bentuknya ya kayak KLX / CRF,
XR/XRE/NXR mah aneh, motor apaan gitu, motor kok setengah-setengah, oh iya, motor tuh mesinnya harus high-tech, power outputnya guedhe !!, baru motornya worth to buy ! Begitulah kira-kira jhon, hahahahahahahaha.
At least saya cuma mau bilang, “Gak cuma Honda sih, toh Yamaha juga punya Tenere 250 di Brazil, eeeh di India baru brojol Fazer 250, mantap juga untuk di overthingking-in”, udah dulu lah, saya mau bermimpi lagi, ciao.
Ingat !! 150cc !!!!!!
Jadi jangan berharap mesin 160cc overstroke tersebut bakal diboyong kesini dalam waktu dekat (atau mungkin selamanya), mending fokus ke DOHCnya kan, hahahahahaa,
Ato mungkin AHM minat "beli" rangka + perintilan NXR/XR/XRE series terus "ditempelin" mesin SOHCnya NMP FI / Verza? atau bahkan pakai DOHCnya All New CB dkk.
Aaah, motor gak jelas bin wagu gitu kok dijual disini, kalo motor trail (baca: dual purpose) ya motor trail, bentuknya ya kayak KLX / CRF,
XR/XRE/NXR mah aneh, motor apaan gitu, motor kok setengah-setengah, oh iya, motor tuh mesinnya harus high-tech, power outputnya guedhe !!, baru motornya worth to buy ! Begitulah kira-kira jhon, hahahahahahahaha.
At least saya cuma mau bilang, “Gak cuma Honda sih, toh Yamaha juga punya Tenere 250 di Brazil, eeeh di India baru brojol Fazer 250, mantap juga untuk di overthingking-in”, udah dulu lah, saya mau bermimpi lagi, ciao.
Friday, 21 July 2017
Perjalanan Ke Setu Patenggang
Soory, baru update sekarang, sekian lama gak update "blog sederhana" ini dikarenakan tugas kuliah yang menumpuk (sengaja ditumpuk, hehehehe ...).
Okay, kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya ke setu Patenggang, kalo gak salah, hari itu hari minggu, kami ber-3 berangkat pagi, yaaa, sekitar jam 6 pagi (maklum motor kopling, males macet-macetan), kami berkumpul di SPBU Kincir (dekat pertigaan Bambu Kuning/ Jalan Raya Cibinong), setelah menunggu kawan saya yang "agak" telat, akhirnya kami berangkat, pagi itu kami menyusuri Jalan Raya Bogor, situasi masih sepi dikarenakan masih pagi (Minggu pagi pula, hehehe), diperjalanan kami berpapasan dengan bebereapa rombongan moge, mungkin kalian lebih paham, "Sunmori", ya begitulah kegiatan itu disebut.
Pukul 9 pagi, kami sampai di daerah Cipatat, bagi kalian yang sering ke Bandung lewat "Jalur Turing" biasa pasti familiar dengan daerah ini, daerah penuh debu yang dikelilingi truck-truck "vintage" (gak semuanya sih, hahaha).
Mulai masuk Bandung kambali kami dipertemukan dengan kemacetan, hahaha (welcome to Indonesia), udara panas kembali menyambut, kami sempet terpisah karena macet, terus dan terus kami lanjutkan perjalanan,sampai akhirnya kami berhenti untuk istirahat sembari sholat zuhur di masjid agung di daerah Bandung Selatan (mohon koreksi namanya), setelah sholat, kami membeli nasi padang untuk bekal di setu Patenggang, "lho kenapa bawa, kan di setu Patenggang banyak yang jual makanan?", yaah beberapa dari kalian pasti berpikiran begini, namun karena alasan tertentu saya memutuskan untuk membeli makanan di dekat masjid ini, (pssst... harganya cuma dua belas ribu,porsi dah guedhe).
Selesai istirahat dan membeli makanan, kami melanjutkan perjalanan, semilir angin mulai menyapa, menggantikan udara panas Bandung kota, tak lama kemudian hamparan kebun teh menyapa, seolah mengisyaratkan bahwa setu Patenggang di depan mata.
Sesampainya kami disana kira-kira waktu menunjukan pukul 2.30 siang, kami membayar tiket, lalu masuk, eiits ...., sebelum memarkirkan kendaraan kami, saya membujuk kawan-kawan saya untuk mencoba "blusukan" ke kebun teh disana, yaa,maklumlah, saya kan korban yutup yang menampilkan motor-motor adpentur yang bisa melibas jalur off road. Blusukan dimulai, masing-masing dari kami blusukan ke kebun teh yang notabene jalannya berisi batuan2 (ala-ala light off road) kami bergantian naik motor, sembari yang lain merekamnya dengan kamera handphone.
Sebenarnya sih itu bukan foto, tapi screenshoot video yang saya buat, setelah puas berblusukan ria, kami memarkirkan kendaraan kami, FYI di setu Patenggang terdapat beberapa "saung bambu" yang tersedia,kita bisa memilihnya dengan bebas (asal gak penuh), setelah kami menemukan saung yang cocok (yang lain penuh :P) kami beristirahat sambil memandangi luasnya setu Patenggang, untuk kalian yang baru pertama kali kesini jangan kaget, kita akan menemukan orang-orang yang menyewakan tiker seharga 10 ribu (waktu itu). Oh iya, berhubung kami belum makan siang, "digelarlah" makanan yang sudah kami bawa (ala-ala piknik) disana kami menikmati makanan sambil merasakan sejukanya udara, waktu semakin sore, sekitar jam 4.30 kabut mulai terlihat, setu yang terlihat luas perlahan menghilang tertutup kabut tebal, kami memutuskan untuk pulang, sebelum hujan turun (sudah mulai gerimis soalnya :D).
Di tempat ini juga tersedia musholla, selepas sholat,kami bersiap berangkat pulang, gerimis pun mulai reda, sehingga memantapkan kami untuk segera berangkat.
Sekitar 5 menit kami berjalan, hujan tiba-tiba deras, kami memutuskan untuk menepi dan mengenakan jas hujan, selanjutnya kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Depok.
Friday, 16 June 2017
Kumpulan Data Acak
|
85
|
67
|
78
|
89
|
95
|
79
|
83
|
81
|
80
|
94
|
|
92
|
87
|
85
|
84
|
83
|
80
|
79
|
93
|
90
|
69
|
|
70
|
91
|
90
|
80
|
76
|
82
|
87
|
88
|
80
|
96
|
Kumpulan data acak
Setelah diurutkan, maka akan menjadi :
67.69.70.76.78.79.79.80.80.80.
80.81.82.83.83.84.85.85.87.87.
88.89.90.90.91.92.93.94.95.96
Jika seluruh data yang diurutkan dijumlahkan, maka
nilainya menjadi : 2513
Sedangkan banyaknya data adalah : 30 data
__________________________________________________________________________________
Rentang data =
data terbesar - data terkecil
Rentang data =
96 – 67
Rentang data =
29
Banyak Kelas =
1 + 3,3 log 30 = 6
Panjang Kelas
=
=
= 4,8
4,8 5
Maka Interval
Kelas adalah 5
__________________________________________________________________________________
f = Frekuensi
data (banyaknya data yang muncul)
X = Median
data (nilai tengah data)
X̅
= Mean data (rata-rata data)
=
= 83,766666666 atau 83,77
67.69.70.76.78.79.79.80.80.80.
80.81.82.83.83.84.85.85.87.87.
88.89.90.90.91.92.93.94.95.96
Karena
Interval Kelas adalah 5, maka buat tiap Kelas yang terdiri dari 5 data :
67.68.69.70.71 (Kelas 1) (67
71), f = 3 (67.69.70) ,
X = 69
72.73.74.75.76 (Kelas 2) (72
76), f = 1 (76) ,
X = 74
77.78.79.80.81 (Kelas 3) (77
81), f = 8 (78.79.79.80.80.80.80.81) , X = 79
82.83.84.85.86 (Kelas 4) (82
86), f = 6 (82.83.83.84.85.85) ,
X = 84
87.88.89.90.91 (Kelas 5) (87
91), f = 7 (87.87.88.89.90.90.91) , X = 89
92.93.94.95.96
(Kelas 6) (92
96), f = 5 (92.93.94.95.96) , X = 94
|
NO
|
NILAI
|
TALLY / TURUS
|
f
|
X
|
f . X
|
X - X̅
|
(X - X̅)2
|
f . (X - X̅)2
|
|
1
|
67
|
|||
|
3
|
69
|
207
|
-14,77
|
218,15
|
654,45
|
|
2
|
72
|
|
|
1
|
74
|
74
|
-9,77
|
95,45
|
95,45
|
|
3
|
77
|
|
8
|
79
|
632
|
-4,77
|
22,75
|
182
|
|
4
|
82
|
|
6
|
84
|
504
|
0,23
|
0,05
|
0,3
|
|
5
|
87
|
|
7
|
89
|
623
|
5,23
|
27,35
|
191,45
|
|
6
|
92
|
|
5
|
94
|
470
|
10,23
|
104,65
|
523,25
|


Subscribe to:
Posts (Atom)












